Jumat, 04 April 2008

Garasi kata

Sungguh. tak percaya aku melihatnya.
sering kali ku dengar teman-teman membiacarakannya.
sepertinya tidak ada kata menyesal setelah melihat dan membacanya.
di luar dugaan.
aku tidak percaya kalau dia yang merangkai kata-kata itu.
kata-katanya begitu sastra dibumbui filasafat sebagai penyedap dan terlahirlah karya yang begitu dewasa.
panjang memang tapi tidak ada tulisan mubazir yang tertumpahkan di layar.
dia begitu memaksimalkan kemampuan pembendeharaan kata-kata yang ia miliki.
padahal sama-sama orang indonesia tapi kemahiran merangkaikan kata sungguh membuatnya benda dari teman-teman yang lain.

setiap mengicaukan kata padanya, entah kenapa ingin sekali melemparkan benda yang bisa di lempar padanya.
entah kenapa kalau bekerja sama dengannya, seperti tidak pernah lancar.
ada saja yang di pertentangkan. tidak sejalan.
tapi itulah dia.
kemampuan dalam berbicara, mengkreasikan kata, selalu bisa membuat lawan bicara berada dalam alam kekesalan atau ketidakmampuan melawan atau kagum?

sungguh.
telah aku dibuat tidak percaya.
kekreatifan kata itu di buat oleh orang yang dulunya sempat aku jauhi jikalau berurusan dengannya.
dari garasi katanya terceminlah bagaimana pribadinya.

sungguh.
kagum sekali padanya.
garasi katanya membuat mataku terus bergerak ke kanan ke kiri mengikuti huruf-huruf yang tersusun, berharap jangan sampai pergerakkan mataku terhenti.
garasi katanya membuatku mengubah pandanganku terhadapnya.
garasi katanya menetapkan diriku bahwa garasi ini lah salah satu garasi yang patut di kunjungi.

apresiasi yang sungguh luar biasa kepada:
garasi kata, temanku.

5 komentar:

Unknown mengatakan...

waah begitu terkagum-kagumnya dirimu pada sang "garasi kata"

tidak ada yang tahu rahasia dari sikap-sikapnya, tapi dia sudah membuka sedikit rahasianya lewat kata-katanya.

garasi kata mengatakan...

pengumuman : yang satu ini sungguh tanpa rekayasa, bukan bagian promosi yang telah dibuat perjanjian kerjasama atasnya. ini murni, semoga ?.

terima kasih, begitu lebih anda menyanjung. semuga ini bukan sanjungan, tetapi bagian hormat untuk pembangunan.

aku hanya begitu membayangkan, bagaimana apresiasi tulus jika kemudian mengalir dan memenuhi indonesia. kata persatuan akan lekat dengan kita walaupun didasari oleh perbedaan. semoga kita menjadi banyak belajar dengan yang satu ini. dan paradigma orang begitu cepat berubah, begitu ringan untuk dipengaruhi. mari bersama-sama mengarungi sisi terang ini.

child mengatakan...

wah mut.
gw lagi ngetik sih.
harusnya standing aplause tapi masa ia gw di warnet berdiri menjijikan sendirian.
angkat topi deh.
kalo perlu langsung gw cuci topi nya.hhe.

Anonim mengatakan...

sepakat mut

garasi kata mengatakan...

iseng googling, nemu ini (lagi) :D
jadi 'gimana gitu'. hahahaha

dulu jg itu komen saya jadi rancu ternyata, soalnya kebayang 'gimana gitu' dibikin topik gini.

thank's ya mut :D