hehehe.. sebenarnya sih abis maki-maki sistem uan, niatnya mau pulang. bisnya uang gw g cukup buat bayar (lagi di warnet). tapi gw yakin mang-mang warnetnya pasti bae, ngebolehin gw utang dan akhrinya di gratisin...
lagi nunggu bonyok gw nih mau dateng ke bandung. katanya sih mau ngurus surat-surat buat haji n nyuruh gw isi berkas-berkas universitas. dari pada gw bengong kayak sapi, mending gw isi blog... (walaupun tanpa uang dan siap di gebukin, demi kamu ya.. blog, aku rela...)
eh, ngomong-ngomong bonyok, gw mo cerita sedikit soal babeh gw...
gw sih di ceritain ma ade gw. awalnya gw g percaya, tapi karena banyak saksi, mau enggak mau gw bilang, " ya ampun... bokap gw bolot amat ya?"
suatu hari, di kala itu...
bonyok+ ade gw pergi ke kantor bokap gw yang ada di jakarta, rencananya mereka mau ambil komisi (bokap gw kerja di sebuah asuransi). udah nyampe nih mereka di kantor bokap gw, di parkirkanlah tuh mobil. bokap gw ambil komisinya, nyokap ma ade gw nunggu di mobil. selesai itu, bokap gw jalan keluar menuju mobil kembali tapi terhenti lantaran ada satpam yang nyapa bokap gw, dengan suara yang lumayan lantang. " Bapak **** (merk di rahasiakan) udah lama enggak ketemu, apa kabar?"
lalu, bokap gw menjawab juga dengan suara yang lumayan lantang, " parkir mobil di atas. "
aduh..
sungguh mengherankan...
bayangkan...bayangkan! padahal tuh satpam sudah sedemekian lantangnya berbicara... tapi bokap gw malah... oh, pak satpam, maafkan kebolotan ayah hamba...
yaaaa, emang dasar bolot mo di apain lagi?
nyokap ma ade gw yang mendengar percakapan mereka dengan suara lantang itu hanya bisa tertawa, tertawa, dan tertawa...
gw ngebayangin si satpam. gimana ya tanggapan si satpam setelah sekian lama tidak bertemu bokap gw? bapak, bukan lagi bapak yang ku kenal. beliau memang bolot, tapi tidak sebolot sekarang. padahal kita sudah saling melantangkan suara, tapi kenapa dirimu masih bolot juga? oh, bapak.. sepertiny kita tidak sejalan.. maaf dan selamat tinggal....
eits, cerita tentang kebolotan bokap gw tidak hanya sampai di sini...
suatu hari, di kala itu, di mana langit sudah menyelimutkan kain hitamnya...
shalat isyalah ibunda hamba...
dari luar terdengar suara abang sate yang meneriakan dagangannya... "Sate! sate!"
keadaan itu sudah biasa.. tapi yang tidak biasa adalah... bokap gw yang sedang berada d dalam kamar mandi, menyahut teriakan si abang sate.. " Iya tunggu sebentar! "
siapa yang manggil dirimu, oh ayahku.... tidak ada.. janganlah kau ke GRan.. apa emang dirimu ingin di sate?
sebenarnya, kata-kata yang di cerna sama bokap gw itu seperti apa ya...? hingga saat misteri belum dapat terpecahkan...
I do not remember days. I remember moments. Make moment worth to remember.
Sabtu, 29 Maret 2008
Lingkaran hitam menuju UAN
Perubahan benar-benar di rasa oleh kami yang udah kelas 3 ini..
kalau gw perhatiin, mata kami, anak kelas 3, tidak sebening waktu kami kelas 1 atau 2. Semuanya sayu... seakan-akan memberitahukan kepada siapapun yang menatap kami kalau kami belajar pagi, siang, dan malam tanpa henti...
menjelang uan pun kami jadi rajin shalat dan puasa + shalat tahajud.
hal yang jarang sekali kami lakukan waktu kami kelas 1 dan 2.
semua di lakukan agar kami lulus uan 100% (amien).
agar kami lulus dari sebuah sistem yang bobrok!
kemarin, anak kelas ipa di tes kemampuan berbicara di depan publik. kelas gw, 3ipa2, mengambil tema UAN. kita berteater ria.. ada yang bertugas sebagai pro uan dan ada yang bertugas sebagai kontra uan...
pengen dech rasanya pertunjukan teater kami di pertontonkan oleh mereka yang mengaku-ngaku berpendidikan tapi tidak berpendidikan...
mungkin benar kalau UAN hanya mengatasnamakan pendidikan tapi sebenarnya sebagai ladang lahan korupsi..
Sesuai perundangan UUD 45 tentang pendidikan, bahwa guru itu benar dan pemerintah PALING benar.
Seperti dalam pelajaran kimia, sebuah larutan.. untuk mengetes kelarutan, kita tidak harus mengambil semua larutan untuk di ujicobakan. Cukup setetes atau 2 tetes saja yang di ambil dan lihat reaksinya. Kalau ini di ibaratkan kita para siswa, sungguh wasting time banget!
kalau begitu, kenapa enggak dari awal aja kita di masukkan ke kelas yang pelajarannya adalah kesesuaian dengan bakat dan kebutuhan kami? dalam pekerjaan kami nanti juga,kami bekerja sesuai dengan skill bukan dengan nilai-nilai pelajaran yang cuma ngabisin kertas doang. kerformalitasan yang tidak berguna!
kita ini ibarat anak burung yang seharusnya belajar terbang, tapi malah di suruh belajar berenang!
dari pada tes UAN gitu, mending tes lifeskill dech...
kalau ternyata banyak yang enggak lulus, jangan salahkan kami. Kami hanya segumpal daging dan sekumpulan syaraf-syaraf otak yang di paksa mengikuti kebijakan pemerintah yang tidak tahu seperti apa kami ini sebenarnya. Merasa dirinya paling tahu kami, tapi sebenarnya tidak tahu kemampuan kami! belajar dari pengalaman dong bapak pemerintah! sok-sok meningkatkan standarisasi agar kemampuan kami sama seperti kemampuan negri tetangga, tapi kenyataan yang keluar adalah justru tindakan pemerintah itu sendiri yang mempermalukan negara! ubah dulu sistem pendidikan dan biarkan kami mengasah kemampuan dan menjadi juara dalam bidang masing-masing baru kita bersaing dengan negeri tetangga dengan kemampuan kami yang sebenarnya!
betul tidak?!
udah ah, cape...
kalau gw perhatiin, mata kami, anak kelas 3, tidak sebening waktu kami kelas 1 atau 2. Semuanya sayu... seakan-akan memberitahukan kepada siapapun yang menatap kami kalau kami belajar pagi, siang, dan malam tanpa henti...
menjelang uan pun kami jadi rajin shalat dan puasa + shalat tahajud.
hal yang jarang sekali kami lakukan waktu kami kelas 1 dan 2.
semua di lakukan agar kami lulus uan 100% (amien).
agar kami lulus dari sebuah sistem yang bobrok!
kemarin, anak kelas ipa di tes kemampuan berbicara di depan publik. kelas gw, 3ipa2, mengambil tema UAN. kita berteater ria.. ada yang bertugas sebagai pro uan dan ada yang bertugas sebagai kontra uan...
pengen dech rasanya pertunjukan teater kami di pertontonkan oleh mereka yang mengaku-ngaku berpendidikan tapi tidak berpendidikan...
mungkin benar kalau UAN hanya mengatasnamakan pendidikan tapi sebenarnya sebagai ladang lahan korupsi..
Sesuai perundangan UUD 45 tentang pendidikan, bahwa guru itu benar dan pemerintah PALING benar.
Seperti dalam pelajaran kimia, sebuah larutan.. untuk mengetes kelarutan, kita tidak harus mengambil semua larutan untuk di ujicobakan. Cukup setetes atau 2 tetes saja yang di ambil dan lihat reaksinya. Kalau ini di ibaratkan kita para siswa, sungguh wasting time banget!
kalau begitu, kenapa enggak dari awal aja kita di masukkan ke kelas yang pelajarannya adalah kesesuaian dengan bakat dan kebutuhan kami? dalam pekerjaan kami nanti juga,kami bekerja sesuai dengan skill bukan dengan nilai-nilai pelajaran yang cuma ngabisin kertas doang. kerformalitasan yang tidak berguna!
kita ini ibarat anak burung yang seharusnya belajar terbang, tapi malah di suruh belajar berenang!
dari pada tes UAN gitu, mending tes lifeskill dech...
kalau ternyata banyak yang enggak lulus, jangan salahkan kami. Kami hanya segumpal daging dan sekumpulan syaraf-syaraf otak yang di paksa mengikuti kebijakan pemerintah yang tidak tahu seperti apa kami ini sebenarnya. Merasa dirinya paling tahu kami, tapi sebenarnya tidak tahu kemampuan kami! belajar dari pengalaman dong bapak pemerintah! sok-sok meningkatkan standarisasi agar kemampuan kami sama seperti kemampuan negri tetangga, tapi kenyataan yang keluar adalah justru tindakan pemerintah itu sendiri yang mempermalukan negara! ubah dulu sistem pendidikan dan biarkan kami mengasah kemampuan dan menjadi juara dalam bidang masing-masing baru kita bersaing dengan negeri tetangga dengan kemampuan kami yang sebenarnya!
betul tidak?!
udah ah, cape...
Selasa, 25 Maret 2008
autis.. om2..
Alhamdulillah sekarang gw udah terdaftar di salah satu universitas swasta di jakarta yang lumayan ternama...
tapi, gw sedikit mo bernostalgila tentang proses di terimanya gw di uni itu.
begini,
saat proses penyeleksian, yaitu wawancara, gw begitu takjub karena becouse selalu always, yang ngewawancarain gw itu cowok yang lumayanlah secara tampang...
dia bilang : g usah tegang ya.. santai aja...
sip lah dalam hati gw.
dalam proses wawancara itu, sebenarnya gw ngantuk berat! mengepa? karena becouse selalu always, gw baru tiba di jakarta itu jam 4 pagi dan harus wawancara 10 pagi! mau kagak mau, omongan gw banyak yang gak kesaring kayaknya. hehehe...
si yang ngewawancara itu tanya, " ceritain dong diri kamu itu kayak apa? "
(hei, pedekate ya?? ^ ^;)
dan tanpa ragu-ragu gw bilang, " saya autis. "
what?!
tau gimana ekspresi si pewawancara? mata dia melotot, seakan-akan bola matanya mau keluar, dan lidahnya menjulur ke luar... hhaha.. enggak deng.. bcanda kok! ya, dia melotot. mungkin terheran-heran, kenapa nih anak daftar ke jurusan psikologi bukan ke SLB? oh, mungkin pengen ngobatin diri sendiri kali ya..
sebelum melanjutkan lagi apa yang di bayangkan oleh si pewawancara, cepet-cepet gw ralat omongan gw.. " enggak, maksud saya, saya di bilang sama temen-temen saya autis. mereka cuma bercanda. "
baru dech si pewawancara itu ketawa.
lalu, setelah berbincang-bincang cukup lama, gw rada bingung sebaiknya gw panggil si pewawancara itu dengan sebutan apa ya?
bapak?
om?
saiiank?
mbo?
tanpa sadar lagi, gw tanya ke dia, " saya panggil apa ya? bapak atau om?"
lagi-lagi si pewawancara heran. nih, anak bener-bener autis kali ya?
dia jawab, " bapak saja."
setelah di pikir2, iya juga ya. masa mau di panggil om? kan lebih terhormatan bapak.
akhirnya wawancara pun selesai. bapak itu bilang, " hasil ujiannya akan di umumkan paling lama seminggu dari wawncara, ya. saya sebagai dosen ....." belum sempet dia nerusin pembicaraannya, gw kaget sampai-sampai menusuk sanubari (alah..). ternyata yang wawancarain gw seorang dosen bo!
wahhhhahahaha! mau di taro di mana muka cantik, imoed, dan ngegemesin ini? !(yaya.. gw tau kalian yang baca ini mau muntah.. tapi tahan aja..)
rasanya gw pengen-pengen cepet2 keluar dari tempat itu!
malu gila!
lalu tersirat di pikiran gw, kira-kira gw keterima ga yah?? jawaban yang gw jawab tidak ada diplomatis-diplomatisnya! malahan bener-bener kayak autis!
aduh!
sambil menunggu dengan H2C (harap-harap cemas) akhirnya pengumuman keluar dan gw di nyatakan LOLOS!
hah?!
daripada ke seneng, gw lebih tepat ke heran. lalu munculah beberapa pertanyaan :
" kok keterima sih? "
"kok bisa keterima sih?"
"kenapa keterima?"
"apa yang salah dari saya sampai saya keterima?"
"gilakah si pewawancara?"
nantikan di episode selanjutnya...
yah... intinya... alhamdulillah....
tapi, gw sedikit mo bernostalgila tentang proses di terimanya gw di uni itu.
begini,
saat proses penyeleksian, yaitu wawancara, gw begitu takjub karena becouse selalu always, yang ngewawancarain gw itu cowok yang lumayanlah secara tampang...
dia bilang : g usah tegang ya.. santai aja...
sip lah dalam hati gw.
dalam proses wawancara itu, sebenarnya gw ngantuk berat! mengepa? karena becouse selalu always, gw baru tiba di jakarta itu jam 4 pagi dan harus wawancara 10 pagi! mau kagak mau, omongan gw banyak yang gak kesaring kayaknya. hehehe...
si yang ngewawancara itu tanya, " ceritain dong diri kamu itu kayak apa? "
(hei, pedekate ya?? ^ ^;)
dan tanpa ragu-ragu gw bilang, " saya autis. "
what?!
tau gimana ekspresi si pewawancara? mata dia melotot, seakan-akan bola matanya mau keluar, dan lidahnya menjulur ke luar... hhaha.. enggak deng.. bcanda kok! ya, dia melotot. mungkin terheran-heran, kenapa nih anak daftar ke jurusan psikologi bukan ke SLB? oh, mungkin pengen ngobatin diri sendiri kali ya..
sebelum melanjutkan lagi apa yang di bayangkan oleh si pewawancara, cepet-cepet gw ralat omongan gw.. " enggak, maksud saya, saya di bilang sama temen-temen saya autis. mereka cuma bercanda. "
baru dech si pewawancara itu ketawa.
lalu, setelah berbincang-bincang cukup lama, gw rada bingung sebaiknya gw panggil si pewawancara itu dengan sebutan apa ya?
bapak?
om?
saiiank?
mbo?
tanpa sadar lagi, gw tanya ke dia, " saya panggil apa ya? bapak atau om?"
lagi-lagi si pewawancara heran. nih, anak bener-bener autis kali ya?
dia jawab, " bapak saja."
setelah di pikir2, iya juga ya. masa mau di panggil om? kan lebih terhormatan bapak.
akhirnya wawancara pun selesai. bapak itu bilang, " hasil ujiannya akan di umumkan paling lama seminggu dari wawncara, ya. saya sebagai dosen ....." belum sempet dia nerusin pembicaraannya, gw kaget sampai-sampai menusuk sanubari (alah..). ternyata yang wawancarain gw seorang dosen bo!
wahhhhahahaha! mau di taro di mana muka cantik, imoed, dan ngegemesin ini? !(yaya.. gw tau kalian yang baca ini mau muntah.. tapi tahan aja..)
rasanya gw pengen-pengen cepet2 keluar dari tempat itu!
malu gila!
lalu tersirat di pikiran gw, kira-kira gw keterima ga yah?? jawaban yang gw jawab tidak ada diplomatis-diplomatisnya! malahan bener-bener kayak autis!
aduh!
sambil menunggu dengan H2C (harap-harap cemas) akhirnya pengumuman keluar dan gw di nyatakan LOLOS!
hah?!
daripada ke seneng, gw lebih tepat ke heran. lalu munculah beberapa pertanyaan :
" kok keterima sih? "
"kok bisa keterima sih?"
"kenapa keterima?"
"apa yang salah dari saya sampai saya keterima?"
"gilakah si pewawancara?"
nantikan di episode selanjutnya...
yah... intinya... alhamdulillah....
Minggu, 23 Maret 2008
Nice to meet you!
ya ya nice to meet you...
seneng aje gw.. akhirnya kesampean juga gw bikin blog.
secara gw uda g ngecap diri gw kuno lagi.. secara gw g punya fs jadi ya seenggaknya sebagai warga negara yang baik dan benar dan biadab, gw harus bikin blog.
yah... nice to meet you dech..
seneng aje gw.. akhirnya kesampean juga gw bikin blog.
secara gw uda g ngecap diri gw kuno lagi.. secara gw g punya fs jadi ya seenggaknya sebagai warga negara yang baik dan benar dan biadab, gw harus bikin blog.
yah... nice to meet you dech..
Langganan:
Postingan (Atom)