Senin, 29 September 2008

SELAMAT TINGGAL TINTA TAK BERTUAN

saya menyadari bahwa kata-kata dalam tulisan saya mengalami suatu metamorfosa.
terkadang seperti memaksa hanya untuk sekedar menguapkan nafsu yang sulit sekali di ucapkan, bahkan dalam bentuk tulisan...

awalnya, karena tidak mau ketinggalan jaman, blog menjadi ajang gengsi buat saya...
tapi seiring pergulatan dalam memahami kehidupan yang saya tuangkan dalam kata-kata membuat saya bebas untuk menerbangkan ekspresi dari pengalaman-pengalaman hidup...

terimakasih kepada sahabat pena dalam dunia blog yang selalu memberi saya inspirasi :
tumpah cangkirku
garasi kata
kertas karet
rarainginmenulis
mencoba hidup yang memiliki cuplikan gambar yang sangat indah
dan sahabat pena lainnya yang sangat inspiratif buat saya...

melalui adikarya merekalah tulisan saya bermetamorfosis...

tulisan saya akan terus berkembang... untuk itu saya menuliskan selamat tinggal kepada tulisan yang telah lalu, yang telah membantu saya untuk merenung dan menata pengalaman-pengalaman tak terlupakan...

akan ada pengalaman-pangalaman baru dalam hidup saya nanti..
akan ada rangkaian kata-kata baru yang menggambarkan pengamalam-pengamalan itu...

setelah menuliskan kata maaf dan terimakasih di hari yang fitrah, saya berharap segala hal yang telah saya tulis bukan suatu fatamorgana yang sewaktu-waktu bisa hilang ketika terbentur oleh realita...
jangan sampai dieluhkan
jangan sampai diabaikan...

KETIKA HARI MEMAAFKAN TIBA

...
saya manusia tiada daya upaya
ketika maaf itu terucap, itulah bagian terlemah dari diri sendiri saya...
tak sepatutnya saya sombong di hadapan makhlukNYA yang paling berakal...
segenap 10 jari saya yang menari diatas keyboard
dan
segumpal kata-kata di dalam otak yang membucat,
mengucapkan...
MINAL AIDIN WALFAIZIN

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...
maaf ya...


Sabtu, 27 September 2008

SAYA MERASA ASING

saya jadi ingat ketika awal saya kuliah. di setiap mata kuliah, saya berusaha aktif. bahkan ngebanyol untuk ditertawakan teman-teman sekelas sekedar untuk mendapat perhatian. waktu dosen menyuruh kami untuk menceritakan temannya masing-masing, ada yang bilang kalau saya adalah individu yang asik. saya senang sekali mendengarnya. tapi saya merasa ada suatu kepaksaan di sana. saya tidak sepenuhnya senang karena itu bukan saya. hanya di awal-awal kuliah saya seperti itu, lambat laut sikap saya itu hilang sedikit demi sedikit.

saya berusaha membaur dengan yang lain seperti SMA dulu tapi rasanya kok sulit sekali. saya selalu mengingatkan pada diri sendiri bahwa pertemanan di dunia kuliah berbeda dengan di SMA. kalau saat kita berusaha untuk menjalin suatu hubungan pertemanan dengan seseoarang/kelompok yang ternyata orang itu tidak sepemahaman, janganlah memaksa! karena itu pasti sulit sekali dan rasanya sangat tidak enak menjadi orang lain hanya agar diterima oleh yang lain.

saya jadi tidak mengerti diri saya sendiri.
kadang kala saat pulang dari kuliah saya merasa frustasi dan sedih.
hanya untuk duduk, mendengarkan dosen memberi materi lalu mencatatnyakah saya datang ke kampus? hanya untuk itukah?
ini awal yang sulit.
saya lelah memaksa diri....
saya merasa asing dengan lingkungan yang baru itu dan saya merasa asing dengan diri saya sendiri...

Selasa, 16 September 2008

ILMU FALSAFAH AKAR DARI ILMU KEHIDUPAN

aduh.. maaf kalau bosan... lagi-lagi tugas kampus ini menarik sehingga saya merasa lumayan juga untuk ditampilkan...

Ketika saya pertama kali belajar falsafah, saya menyadari bahwa falsafah adalah ilmu yang sangat sukar untuk dipahami tapi di luar dugaan memiliki kontribusi yang luas dari segala bidang. Walaupun banyak fakta yang mengatakan bahwa falsafah merupakan akar dari ilmu pengetahuan, saya belum menemukan hubungan antara falsafah dengan ilmu-ilmu itu. Saat suatu pertanyaan dipertanyakan tentang apa itu falfasah, saya hanya tahu bahwa falsafah berarati “ pecinta kebijaksanaan”.

Tapi ternyata dibalik itu, falsafah bermakna berfikir secara mendalam, radikal, sampai akar masalah. Ternyata yang saya butuhkan untuk memahami apa itu falsafah (kalau itu benar) hanyalah berusaha untuk berfikir bebas dan kritis dalam mempelajari fenomena kehidupan yang tak lepas dari segala ilmu pengetahuan (itulah mengapa saya menganggap bahwa falsafah sulit karena pikiran saya tidak bebas dan kritis). Inilah yang melahirkan pemikiran-pemikiran bebas sehingga tercipta berjuta-juta pertanyaan tentang kehidupan serta solusi untuk memecahkannya.

Menurut buku The Fundamental Questions of Philosphy, Jika kita mencari suatu kesejahteraan material melalui falsafah, secara langsung tidak dapat diharapkan. Misal, tumpukan kertas yang kita sebut uang tidak berarti apa-apa kecuali tumpukan kertas itu memberikan kontribusinya pada kesejahteraan atau kebagaiaan bagi kita. Falsafah juga mempengaruhi seluruh pandangan umum tentang dunia. Seperti suatu pemahaman bahwa tidak ada seorangpun yang boleh diperlakukan seperti alat atau pemerintah seharusnya bergantung pada hasil persetujuan dari rakyatnya. Semua ilmu yang ada bermula berdasarkan pemikiran falsafah. Tak ada satu laboraturium ilmiah yang dapat menjelaskan apakah manusia memiliki jiwa? atau apakah Tuhan itu ada? Atau dalam pengertian apa kita merdeka? Atau yang lebih konyol lagi pertanyaan, kenapa kucing disebut “kucing” bukan “jerapah”? Kita mulai berfilsafah saat pertanyaan-pertanyaan itu muncul dan dari pertanyaan-pertanyaan itulah kita mulai untuk memahami dunia beserta isinya dengan cara menemukan jawaban-jawabannya secara bertahap. Dari pertanyaan yang terdengar sederhana dan konyol itu, kita sangat bisa berdekatan dengan asal-usul kata. Lalu dari asal-usul kata, kita bisa mengetahui bagaimana pengetahuan itu diperoleh, dibentuk dan digunakan oleh manusia. Ilmu pengetahuan yang ada sekarang merupakan buah dari akar filsafah melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana atau bahkan terdengar sangat konyol—tapi memiliki peranan yang penting dalam memahami dunia.

Dari penjelasan buku di atas, saya mencoba memahami sendiri falsafah melalui pandangan saya beserta sumber-sumber yang saya dapat. Dalam falsafah menurut saya, yang diajarkan pertama kali adalah bertanya mengenai apapun itu. Saya rasa itu adalah cara sederhana saya untuk memahami falsafah.

Karena saya menganggap bahwa awal mula berlajar falsafah adalah bertanya, saya akan mencoba bertanya apa itu “ Blog ”? (pertanyaan itu saya ambil dari salah satu komentar teman saya beserta jawabannya)
  1. Blog = diari elektronik
  2. Blog = Suatu tempat dimana kita bisa berekspresi dalam menulis secara bebas di dunia digital.
  3. Blog = cara baru untuk bertegur sapa.


Atau mungkin ada jawaban lain dari jawaban-jawaban yang sudah ada. Bertambahnya jawaban, walaupun hanya satu, membuktikan bahwa pikiran kita yang bingung terhadap pertanyaan mulai berkembang dan berusaha untuk menemukan solusinya. Untuk itu dibutuhkan kemauan dan kesanggupan kita untuk mengatasi masalah tersebut.


Kalau saya coba gabungkan apa itu blog melalui jawaban-jawaban di atas, berarti blog adalah “ Suatu diari elektronik yang membebaskan kita untuk berekspresi dalam menulis serta membebaskan kita untuk bersapa dengan siapapun melalui diari elektronik. “


Dari sini, saya menemukan jawaban baru yang merangkum semua jawaban. Lalu akhirnya saya menemukan suatu kesimpulan dari berfilsafat. Dalam konteks ini, sebenarnya manfaat filsafat adalah membantu kita untuk menata persoalan. Filsafat juga membantu kita untuk memahami kehidupan. Sehingga filsafah mempunyai tugas untuk membantu kita dalam menata persoalan, mengatakan yang tidak terkatakan, serta mengajak seseorang untuk berfikir kritis dan bebas serta bertugas untuk mencegah memicunya perdebetan yang berujung pada pertengkaran karena dalam berfilsafat tidak ada jawaban yang salah ataupun yang benar sehingga kita belajar untuk menghargai pendapat orang lain.


Sumber: - A.C. Ewing, The Fundamental Questions of Philosophy, 1962
- Filsafat Fragmentaris tulisan F. Budi Hardiman
- Belajar filsafat, blogspot, tulisan aim.

Sabtu, 13 September 2008

MOVIE OF THE MONTH

DON'T MISS IT!


COMMING SOON

25 SEPTEMBER 2008

SAKSIKAN DI BIOSKOP-BIOSKOP KESAYANGAN ANDA


POTRET PERJUANGAN DEMI PENDIDIKAN

Kisah Laskar Pelangi sebentar lagi akan tampil di layar lebar. Dua belas anak asli Pulau Belitong dan 12 pemain film professional berakting bersama dalam film yang menceritakan perjuangan murid dan guru dalam memperoleh pendidikan di masa tahun 1970-an. Ironisnya, kita masih menemukan kisah perjuangan yang hampir sama di Indonesia, hingga sekarang ini.

Perjuangan Ibu Muslimah yang menggetarkan pembaca buku Laskar Pelangi, ternyata masih terjadi. Dua diantarannya kami temukan di Tapanuli Selatan dan Papua.

Raja Dima, seorang petani terpaksa menjadi guru karena tak tega melihat anak-anak di kampungnya putus sekolah. Tak ada lagi guru yang mau mengajar di SD Sigoring-goring, di desa terpencil dan tak pernah memperoleh aliran listrik ini. Alhasil, sejak tahun 2004, ia harus mengajar kelas 1 sampai kelas VI sendirian. Dan sebagai imbalannya, ia mendapat 9 cangkir beras dari setiap orang tua per bulan.

Sementara itu, di Momogu, Asmat, Papua, Adolof seorang penjaga sekolah juga terpaksa mengajar, agar anak-anak di sana tidak buta huruf. Dengan kemampuannya yang terbatas, iapun hanya mengajarkan pelajaran matematika dan bahasa Indonesia. Menurutnya, kegiatan belajar seadanya ini, akan lebih baik ketimbang sekolahnya tertutup rumput seperti sekolah-sekolah lainnya. Ia berharap suatu hari akan ada guru lagi yang mau ditugaskan di sekolah tersebut.

”Saya sangat kagum dengan mereka,” kata Ibu Muslimah saat tampil di Kick Andy dan mendengarkan kisah kedua guru tadi. ”Tapi kalau itu terjadi hingga sekarang, dimanakah yang disebut kemajuan itu,” ujarnya polos

Ibu Muslimah kali ini tampil ditemani oleh Cut Mini, pemeran Ibu Muslimah dalam film Laskar Pelangi. Bagi Cut Mini, perannya di film kali ini memberikan kesan yang sangat mendalam. ” Saya sering merasa ingin kembali ke Belitong,” kata Cut Mini yang masih sering menitikan air mata, saat kembali melihat adegan-adegannya di film tersebut.

Selain Cut Mini, di Kick Andy kali ini juga hadir 8 diantara 12 pemeran anggota Laskar Pelangi. Mereka yang hadir adalah pemeran Ikal, Lintang, Kucai, Mahar, Borek, Zahara, dan Flo. Mereka adalah anak-anak asli Belitong, yang mengisahkan banyak pengalaman menarik di film pertama mereka.

Bagi Andrea Hirata film ini merupakan satu kebanggaan dan cara untuk mewujudkan keinginannya mendekatkan Belitong pada kemajuan. ”Saya berharap anak-anak Belitong berani bermimpi. Lihat sekarang, siapa sangka Zulfany yang hanya anak tukang jam kaki lima, hari ini bisa menjadi aktor,” kata Andrea Hirata yang tampil menemani Zulfany, pemeran ikal alias Andrea di masa kecil dalam film Laskar pelangi.

Adalah sineas Mira Lesmana dan Riri Riza yang menggarap novel karya Andrea Hirata itu menjadi sebuah film layar lebar. Seluruh pembuatan film ini dilaksanakan di Pulau Belitong.

Riri Riza mengaku para crew-nya harus membangun kembali reflika SD Muhammadiyah, tempat para anggota Laskar Pelangi bersekolah. Sedikit berseloroh, Host Kick Andy, Andy F. Noya menyatakan bahwa sesungguhnya Riri dan tim tak harus repot-repot membuat reflika, soalnya di masa sekarang pun kita masih bisa enemukan sekolah-sekolah reyot tempat sejumlah anak belajar.

Dalam tayangan ini, Kick Andy kembali mengingatkan tentang sekolah tempat Frederick Sitaung dan Wanhar Umar mengajar yang pernah tayang beberapa waktu lalu di Kick Andy.

Frederick adalah guru sekaligus kepala SD di kampung Poepe, Welputi, Merauke, Papua. Sekolah tempat belajar anak-anak kampung terpencil itu, sangat jauh dari layak. Bangku yang terbatas, atap dan dindingnya sudah bolong di sana sini. Begitu juga dengan SD Muhammadiyah di Desa Talangsatan, Muara Enim, Sumatera Selatan, tempat Wanhar Umar mengajar. Di sekolah ini pun sejumlah murid harus belajar di ruang sekolah berdinding kayu yang rapuh dan atap yang bocor. Nasib mereka di masa kini, tak jauh beda dengan anak-anak anggota Laskar Pelangi di masa lalu.

Semoga saja kehadiran film Laskar Pelangi bisa lebih menggugah kita semua untuk lebih peduli pada dunia pendidikan. Terlebih jika kita mendengarkan lirik lagu dari Grup Nidji, yang menjadi theme song film ini.

Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukan dunia

Berlarilah tanpa lelah

Sampai engkau meraihnya...

(Laskar Pelangi - Nidji )

* kick andy

KARYA YANG TAK PERNAH MATI



saya sudah lebih dari 4 kali membaca buku laskar pelangi dan tidak pernah bosan. saya sebenarnya tipe orang yang sangat malas membaca apalagi novel, tebel pula! waktu saya SMA banyak teman-teman yang membawa buku laskar pelangi ke sekolah bahkan mereka bela-belain baca di tengah2 pelajaran. saya mulai penasaran buku apa sih yang di baca teman-teman? karena saya tidak suka baca, saya menyuruh teman-teman untuk menceritakan isi buku itu. bukannya menceritakan, mereka malah berbagi cerita tentang buku yang mereka baca, membuat saya makin tidak mengerti isi buku itu. lalu kata teman saya, baca aja bukunya... lebih seru! tapi tak pernah saya baca sampai kak andrea hiratanya datang sendiri ke sekolah saya. (semoga kak andrea masih ingat ya... ^ ^)


(saat kak andrea berkunjung di SMA saya)

siapa sangka kalau kak andrea datang karena guru-guru dari sekolah saya terinspirasi oleh karyannya lalu mengundang beliau ke sekolah kami. (saya sampai kaget--sehebat apa sih buku ini sampai seluruh aktifis sekolah membacanya?) lalu terjawablah pertanyaan2 saya dari kak andreanya sendiri.

saya terharu saat guru saya membaca cuplikan paragraf dari bukunya di depan kak andrea dan seluruh aktifis SMA saya yang menceritakan seorang anak pesisir yang harus berangkat sekolah sejauh 80 kilometer setiap harinya. bahkan sampai di hadang buaya sepanjang pohon kelapa--tak pernah anak pesisir itu membolos. hanya demi pendidikan sampai melakukan hal yang seperti itu? wong edan! tapi justru itulah yang membuat saya penasaran. bagaimana anak 12 tak mampu itu berjuang demi pendidikan yang bahkan sistem dari pendidikan di negri sendiri saja udah g bener. (para petinggi itu mengorbangkan pendidikan hanya untuk ladang korupsi).

tapi mereka tidak peduli itu. yang mereka kejar adalah ilmunya dan manfaat kedepannya nanti. saya jadi pecinta laskar pelangi sejak itu sampai sekarang. pas denger kabar dari temen bahwa laskar pelangi akan difilmkan, saya girang bukan main! siapa ya kira-kira pemeran pahlawan-pahlawan cilik itu? kick andy melepaskan rasa penasaran saya. anak-anak asli belitong yang di tampilkan kick andy kemaren malam membuat imajinasi saya akan tokoh-tokoh yang ada dibuku itu terwujud. (yang memerankan ikal, lucu banget! kocak! ^ ^) apalagi saat tau kalau pengisi soundtracknya adalah nidji! band favorite saya! nidji holic abislah! terimakasih banget juga buat mba mira lesmana yang tau betul band yang beda dari yang lain. (band-band sekarang isinya cuma cinta melulu. hehe)

ah, pokoknya saya merasa laskar pelangi beserta sang pemimpi dan edensor adalah buku yang kaya akan inspirasi dan membuka mata dunia bahwa betapa berharganya pendidikan. di tunggu nih buku terakhirnya! sukses buat kak andrea dan kick andy! ^ ^

* ini adalah komentar yang saya isi saat mengunjungi website kick andy



Rabu, 10 September 2008

ME AND FAMILY

akhirnya,
setelah di tunggu selama berhari-hari tercetak sudah foto keluarga
hm, kenapa saya menampilkannya di dalam blog
karena di foto itu ada saya... (narsis)

bukan... bukan itu...

hanya ingin menunjukan kepada khalayak yang melihat blog saya
bahwa inilah orang-orang yang saya cintai...


ini saya dan keluarga kecil saya


father, mother, brother, and I



Lalu ini saya beserta keluarga besar,


me and big family


dan ini,

keluarga yang selalu saya rindukan...

Selasa, 09 September 2008

PERANAN AGAMA BAGI DUNIA

lagi-lagi, tugas kampus memberi saya inspirasi...


Realitas memperlihatkan bahwa agama seakan-akan hanya menjadi symbol-simbol dalam kehidupan nyata saja. Gejala simbolisasi agama memang sangat semarak. Lihat saja fenomena mengantarkan jemaah Haji, pakaian Haji, Zikir akbar, ceramah akbar, dan kegiatan-kegiatan keagamaan yang mencerminkan kemewahan spiritual.

Di sisi lain, kekerasan hidup, maraknya maksiat, pamer kekayaan, kekuasaan dan pelecehan terhadap martabat dan harkat manusia yang dipertontonkan oleh TV, seakan tidak ada korelasi langsung dengan fenomena kemewahan spiritual. Kesemarakan spiritual, seolah sebuah oase yang tak bermakna, kecuali kepuasaan mental si pelaku sesaat.

Kalau melihat suatu peristiwa dari “kemiringan” peranan agama, sebagai contoh, kasus keagamaan di indonesia yang terlihat hanya seperti simbol dan bersifat musiman (menjelang bulan puasa misalnya, barulah spritualitas ditampilkan secara besara-besaran). Pola kepenganutan agama pasif dalam masyarakat kita telah melahirkan krisis peran agama dalam perspektif individual dan sosial.

Sejak proses sekularisasi, yang kemudian dimasuknya agama hanya sebagai sebuah departemen, maka agama kemudian kehilangan makna filosofisnya sebagai kekuatan sejarah dan peradaban. Kaum agamawan tidak lagi memiliki kekuatan di sektor pemerintahan sehingga semakin melemahkan peranannya. Kalau pun ada, tidak akan mampu menembus peran utama. Agama diberi ruang dan peran yang kecil.

Di sadari bahwa semakin majunya dunia ini akan ilmu dan teknologi, lahirlah krisis kemanusiaan global. Manusia modern mengalami apa yang disebut krisis eksistensi dirinya sebagai manusia. Di tengah hingar bingar kemajuan mesin teknologi, ia merasa asing dengan dirinya sendiri. Ia merasa kehilangan makna hidup, apa yang dicapai seolah-olah tak berarti apa-apa. Jadi dirinya terkeping-keping dalam seribu satu serpihan yang bersifat organis. Dengan kata lain, manusia menjadi lebih dungu ketimbang makhluk primitive manapun dalam hal menaklukkan dirinya. Manusia hidup dalam kehampaan nilai dan makna yang kemudian diperparah oleh kegalauan system nilai dan suasana kehidupan sosial yang pragmatis.

Jelas betapa krisis kedudukan agama dalam masyarakat industri modern. Salah satu penyebab utama merosotnya peran agama dalam peradaban industri modern adalah karena agama dianggap tidak memiliki kontribusi langsung bagi upaya mengejar kehidupan fisik-material.

Sehingga muncul pertanyaan, adakah peran agama untuk menjawab persoalan kemanusiaan global tersebut?

Agama hadir adalah untuk melakukan transfortasi sosial kultural. Harus dipahami pula bahwa satu sisi, agamalah yang diharapkan bisa memainkan peranan positif aktifnya dalam mengerem perilaku serakah, brutal, dan mengancam kelangsungan hidup serta mengabaikan sama sekali spiritualitas untuk diarahkan kepada kehidupan yang bertatanan ketuhanan, kemanusiaan dalam menuju dunia yang damai dan berperadaban. Disinilah letak peran penting pemimpin agama, untuk dapat menginterpretasi agama, dari berbagai sudut pandang, rasional, universal dan “membumi” sesuai dengan kebutuhan umat dan zaman, hingga agama tidaklah dipandang sebagai momok penghalang dari era modern ini. Karena perannya, maka kehidupan manusia mengalami kebahagiaan, kesejahteraan, ketenangan dan kemulian moral serta saling berdampingan satu sama lain. Artinya, agama memiliki peran integrasi dan kohesi social yang sejalan dengan dinamika perkembangan alam pikiran manusia modern.

Itulah peranan agama bagi dunia saat ini yakni mengembalikan pada kudrat dan fitranya, mengakui akan eksistensi Tuhan dengan segala aturannya, menjalin kebersamaan sesama umat dan membangun kemitraan dengan alam semesta.

* sebuah referensi yang patut dicamkan

Senin, 08 September 2008

KISAH BELALANG TUA

kemarin tepatnya saat buka puasa, dengan gelas berisi teh hangat, saya di temani oleh berita di salah satu t.v swasta.
berita itu mengisahkan tentang koruptor yang divonis 20 tahun penjara berikut denda yang harus di bayar sebesar 500 juta. padahal kata orang tua saya, si koruptor itu mengambil uang rakyat bertriliunan rupiah.

anehnya, saat ia di sidang, atapun saat memasuki ruang sidang yang dipenuhi oleh para pers yang berebutan mengambil foto wajah tak berdosanya itu, ia tidak menutup wajahnya. tidak ada rasa malu sama sekali. padahal, penjahat yang mencuri, PSK, pembunuh, saat diringkus oleh pihak berwenang dan ada kamera yang mengabadikan peristiwa itu, mereka akan menunjukan tanda malu dengan menutup wajahnya dengan tangan atau dengan apapun untuk berusaha agar setidaknya tidak mempermalukan keluarga.

ia mendongak. si koruptor itu seperti ingin membuktikan bahwa menjadi tersangka dalam kasus korupsi pun harus menunjukan setidaknya jangan sampai kehilangan martabat sebagai mantan penguasa. jalang!

lagi-lagi, lagunya bang iwan mengispirasi saya terhadap si koruptor.

Belalang Tua

Belalang tua diujung daun warnanya kuning kecoklat-coklatan
Badannya bergoyang ditiup angin
Mulutnya masih saja mengunyah tak kenyang-kenyang
Sudut mata kananku tak sengaja melihat belalang tua yang rakus
Sambil menghisap dalam rokokku
Kutulis syair tentang hati yang khawatir
Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan
Belalang tua yang tak kenyang-kenyang
Seperti sadar kuperhatikan, ia berhenti mengunyah
Kepalanya mendongak keatas
Matanya melotot melihatku tak senang
kakinya mencengkeram daun
Empat di depan dua di belakang bergerigi tajam
Sungutnya masih gagah menusuk langit berfungsi sebagai radar
Belalang tua masih saja melihat marah ke arahku
Aku menjadi grogi dibuatnya aku tak tahu apa yang dipikirkan
Tiba-tiba angin berhenti mendesir daunpun berhenti bergoyang
Walau hampir habis daun tak jadi patah
Belalang yang serakah berhenti mengunyah

Kisah belalang tua diujung daun yang hampir jatuh tetapi tak jatuh
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
Sebab kubilang kamu serakah
Oo .. oo .. oo .. oo belalang tua diujung daun
Dengan tenang meninggalkan harta karun
Warnanya hijau kehitam-hitaman
Berserat berlendir bulat lonjong sebesar biji kapas
Angin yang berhenti mendesir
Digantikan hujan rintik-rintik
Aku yang menulis syair
Tentang hati yang khawatir
Tak tahu kapan kisah ini akan berakhir

Minggu, 07 September 2008

BULAN PUASA " SENDIRI "

Bulan ini bulan penuh berkah
sudah 8 hari saya melalui keberkahan yang telah di berikanNYA.
lalu pada akhirnya saya sadar...
ini adalah bulan puasa pertama saya dari hari awal puasa sampai menjelang lebaran nanti dengan keluarga dirumah.
ini juga bulan puasa pertama saya bersama kegiatan-kegiatan saya dikampus.
lalu ini adalah bulan puasa saya di tahun pertama selama 3 tahun belakangan tanpa sahabat-sahabat tersayang, angkatan 14.

saya masih ingat ketika itu saya mengekos bersama beberapa sahabat seperjuangan untuk menuntut ilmu di kota orang.
bulan puasa kami menyiksa dan menyenangkan.
apalagi kalau menjelang saur karena terkadang ibu kos hanya menyediakan kami makanan seadanya. lebih sering nasi dan telor yang di ayak. atau yang paling menyenangkan ketika sahur adalah saat "sour on the road".
kalau menjelang azan tanda buka, saya merasa kenikmatan tak terduga. makanan yang saya kunyah terasa nikmat pada gigitan pertama terlebih lagi buka puasa saya ditemani oleh sahabat-sahabat, angkatan 14. nikmaaaaaaaaaattttt sekali....

3 kali dalam 3 tahun waktu itu... selama itu saya selalu di hiasi canda tawa, sanda gurau, dibulan puasa sehingga tak terasa kalau cacing-cacing diperut saya meraung hebat minta makan.
walau selama bulan puasa bersama mereka tak full di lakukan selama 1 bulan di karenakan adanya libur puasa sampai lebaran, yang mengakibatkan kebanyakan dari kami "pulang", benar-benar terasa menyenangkan! walau hari yang saya lalui bersama mereka di bulan puasa kala itu hanya sebentar, tapi selalu membuat saya ingin berpuasa kembali bersama mereka.

tak mudah melupakan mereka. mereka telah menjadi bagian dalam hidup saya : keluarga, teman, sahabat, pacar, musuh, guru, orang tua walau hanya 3 tahun.
saya senang kini saya menjalani bulan puasa bersama keluarga kandung saya tapi rasanya ada yang hilang. ada sebagian dari diri saya dibulan puasa kali ini, saya merasa kesepian.

3 kali dalam 3 tahun waktu itu.... benar-benar tak terlupakan....tidak akan dilupakan....tidak akan pernah dilupakan....

Sabtu, 06 September 2008

24 AGUSTUS 2008

Hari ini saya kembali mendapat petuah dari nenek, nenekku yang muda.
isi petuahnya mengingatkan aku pada salah satu blog sahabatku.
apa ini salah satu bentuk kekhawatiran orang tua terhadap orang muda jaman sekarang, ya?

ketika saya berusaha untuk mengingat apa yang baru saja di petuahkan, saya lupa apa yang isinya tapi saya berusaha mengambil pelajaran darinya.

PELAJARAN NO 1 :
- Jangan menilai kesuksesan seseorang dari apa yang sudah dia dapat melainkan dari kerja keras untuk memperolehnya.

PELAJARAN NO 2:
- jangan menilai orang dari luarnya. jangan bergibah ataupun fitnah karena keduanya sama-sama dosa. intinya, itu belum benar dan kitapun belum tentu benar.

PELAJARAN NO 3:
- Akhlak yang baik.

PELAJARAN NO 4:
- Keajaiban saat menunaikan ibadah haji

PELAJARAN NO 5 :
- Orang yang menyebalkan adalah orang yang bergossip tentang orang lain padamu.
- Orang yang keren adalah orang yang berbicara tentang dirimu padamu.
- Orang yang membosankan adalah orang yang berbicara tentang dirinya sendiri padamu.

PELAJARAN NO 6 adalah pelajaran yang paling penting menurut saya :
Saya berusaha berfikir positif tentang segala hal sehingga petuah dari nenek saya memberi kesempatan pada saya untuk menjadi pendengar yang baik. ini langkah awal menuju impian saya--psikolog yang dapat memberi petolongan kepada siapa saja yang membutuhkan.

Jumat, 05 September 2008

SAYA INI MANUSIA KUNO

ini juga termasuk tugas komputer saya dan menyadarkan saya bahwa begitu primitifnya saya...


PERTANYAAN 2:

Tulis pengalaman Anda saat menkomputer (PC, ATM atau perangkat apa saja) untuk pertama kalinya!

JAWABAN :

Pengalaman saya saat mengkomputerkan pertama kali, saya merasa konyol, bodoh, dan terlihat autis! Hahaha! Bisa dibilang, saya mengenal komputer pertama kali saat saya berumur 9 tahun—saat itu saya kelas 4 SD dan saat itu tepat pula komputer mewarnai kehidupan saya dalam suka dan duka. Pelajaran komputer dimulai waktu itu kalau kita sudah menduduki bangku kelas 4 SD. Saya hanya bisa menemui komputer di sekolah karena di rumah keluarga saya tidak memilikinya. Saat itu komputer terbilang barang mahal sekali dan keluarga saya belum mampu untuk membelinya.


Karena pelajaran komputer hanya 1 kali dalam seminggu dan terhitung hanya 1 jam saja, saya menjadi gagap. Saya tidak bisa mempraktekannya lagi begitu pulang sekolah karena saya tidak mempunyai komputer. Pelajaran komputer yang sudah susah payah saya pelajari berakhir pada kelupaan karena saya kurang latihan. Saya bodoh sekali dalam pelajaran komputer. Saya sangat suka pelajaran saat mewarnai gambar di komputer tapi saya benci mouse karena sulit bagi saya untuk mengkontrol gerak mousenya. Saya juga benci keyboard apalagi kalau sudah duduk bersampingan dengan teman sekelas saya yang sudah pandai mengetik. Mengetik saya sangat lama! Saya menggunakan sebelas jari (telunjuk dengan telunjuk) dan mencari huruf-huruf di atas keyboard seperti mencari jarum di atas jerami—sulit sekali! Saya akhirnya beranggapan bahwa komputer adalah benda aneh yang tidak dapat saya mengerti (saya berusaha menyangkal saya yang aneh).


Ah, saat itu saya putuskan untuk membenci komputer! Tapi seiring dengan bertambahnya usia dan berkembangan otak saya, saya perlahan-lahan mulai mengerti bagaimana cara kerjanya. Puncak-puncaknya (yang saya sebut sendiri sebagi ahli) mengerti komputer, saat saya mulai duduk di bangku SMA.


Masa itu sudah modern—komputer dimana-mana dan masyarakat semakin pintar dalam menggunakannya, tapi tidak bagi saya. Friendster salah satu contoh kasus ke-gaptek-an saya.
Friendster yang kita tahu, sudah ada saat saya SD menjelang SMP. Hampir orang yang saya temui memiliki friendster, kecuali saya. Orang-orang seakan-akan meledek saya, “ ya ampyun! Hari gini ga punya friendster! Kasian amat! “. Tapi saya mempunyai alasan kenapa saya tidak memiliknya ; saya tidak suka, menurut saya itu sesuatu hal yang merepotkan, dan tidak penting—alasan sebenarnya—saya tidak mengerti bagaimana menggunakan friendster. Saya jujur, sangat gaptek! Tapi di SMA itu, saya di paksa untuk menggunakan fasilitas yang tersedia di komputer sebagai media yang terefektif saat ini dan akhirnya terpaksa memiliki friendster karena diomeli oleh teman-teman (thanks guys!).


Hasilnya, saat saya kuliah, saya (cukup) bangga—salah satunya dalam hal mengetik (dan memiliki friendster tentunya ^ ^). Kalau mengingat saat kelas 4 SD dulu, rasanya dulu saya seperti orang primitif. Pasalnya, kalau dulu saya mengetik dengan menggunakan 11 jari dan lambat luar biasa, saat ini saya dapat menggunakan 10 jari dengan cepat.


Saya sangat berterimakasih kepada SMA saya itu karena mewajibkan anak didiknya untuk bisa mengetik dengan 10 jari dan dengan kecepatan yang ditentukan. Saya juga berterimakasih kepada siapa saja yang sudah sabar menghadapi ke-gaptek-an saya dan menjadikan saya mengerti.

SALAH 1 TIPIKAL ORANG INDONESIA

Sebenarnya ini tugas kuliah saya yang berhubungan dengan perangkat komputer. saya di tugaskan menanggapi tentang pentingkah perangkat komputer untuk di pelajari. tapi karena saya keasikan menulis, saya menemukan kalimat-kalimat menarik yang rasanya cukup pantas untuk di tampilkan....

.............

Lalu kembali kepada topik awal—pertanyaan dan jawaban yang musti saya jawab. Saya berargumen bahwa memahami perangkat komputer itu sangat penting. Kita, manusia modern yang hidup tak lepas dari perkembangan dunia, komputer adalah salah satu keajaiban teknologi yang patut kita pelajari.


Komputer menciptakan peranan manusia sebagai pencipta dan pengguna. Dewasa ini, kebanyakan kita memiliki komputer tanpa memahami komputer itu sendiri. Kebanyakan dari kita hanya berperan sebagai pengguna. Kita merasa bangga ( atau lebih tepatnya disebut sombong) asal memiliki dan menggunakan perangkat-perangkat canggih. Tidak peduli bagaimana, kenapa, dimana, kapan, dan apa yang membuat perangkat-perangkat canggih itu menjadi berada sekarang (tipikal orang-orang indonesia ^ ^;). Padahal menurut saya kebanggaan kita terhadap barang-barang canggih, seperti komputer, akan menjadi lengkap jika kitapun mencoba untuk tidak hanya sekedar memiliki tetapi juga memahami yang kemudian berujung pada beruasaha untuk menciptakan.


Kesimpulannya, memahami penggunaan perangkat komputer menjadi langkah awal kita untuk mengembangkan komputer. Dengan memahaminya lalu mengembangkannya (di harapkan) kita mampu untuk menciptakan perangkat-perangkat canggih (tak hanya komputer) sebagi produk dalam negeri tanpa harus kita mengimpornya.

( NB: sebenarnya masyarakat indonesia memiliki potensi karna sumber daya manusianya pintar-pintar—malah terlalu pintar, karena sangat di sayangkan kemampuannya untuk menciptakan sesuatu itu tidak dikontribusikan untuk kepentingan orang lain. Kemampunnya untuk menciptakan sesuatu di salah gunakan dengan meng-plagiat karya orang lain—memBAJAK. Maaf pak melenceng dari topik. Hanya ingin menuangkan uneg-uneg yang ada di kepala saja. Hehehe.)
Demikian penjelasan saya. Terimakasih. ^ ^