Hari ini tercatat sebagai hari bersejarah umat manusia, khususnya kami, smuth angkatan 14.
Sabtu, 14 JUNI 2008.
Satu persatu kami berdatangan dan berkumpul di bawah pohon rindang.
satu parsatu wajah kami pucat, satu persatu wajah kami tegang.
di kumpulkan kami dalam lingkaran, mendengarkan suara dari guru bijak yang parau berkumandang.
beliau berkata, "... ada yang bilang kepada saya, 'jalan kemana kita setelah pengumuman ini,pak?' tidak semuanya dari kalian bisa jalan-jalan setelah pengumuman ini. "
hancur.
hati kami remuk.
haruskan kami terima kenyataan bahwa kami semua masuk bersama dan keluar bersama tapi pada kenyataanya tidak?
lebih pucat wajah kami, lebih tegang wajah kami.
siapa gerangan orang yang tidak ikut merasakan kegembiraan itu?
teremas-remas tangan kami,berkeringat dingin, takut kalau-kalau orang yang tertunda keberuntungannya itu adalah 'kami sendiri'.
bagai sangkakala, suara keluar dari speaker sekolah.
mengumumkan satu-satu nama kami untuk maju ke 'podium takdir'.
penentuan terakhir nasib kami selama 3 tahun berjuang.
tersebut orang pertama.
kami menunggu dengan was-was. berita apa yang akan di bawanya kepada kami yang menunggu di luar dengan cemas. ekspresi yang harus bagaimana jikalau teman kami itu tidak lulus.
dia keluar. senyumnya tipis. tapi kami tahu bahwa dia LULUS.
Waaaa! kami bergembira untuknya, berebut menjabat tangganya dengan ucapan selamat.
lalu 2 orang, 3 orang, berlalu...LULUS.
akhirnya tibalah giliranku.
teman-teman memberikan semangat. sebagian dari mereka berkata, lulus. pasti lulus.
dalam hatiku, amin.
aku memasuki ruang penentuan itu.
oh, Tuhan.
banyak guru di sana dan semuanya berwajah lemas.
aku takut.
salah satu dari mereka bertanya bagaimana aku belajar menjelang UAN.
santai, hanya itu jawabku.
lalu mereka menggelengkan kepala.
entah kenapa, aku tidak suka gelengan itu.
salah satu dari mereka memberiku amplop coklat. di dalamnya lah kelulusanku di tentukan. kubuka dengan gugup. aku menangis. tidak berani aku membuka surat itu seluruhnya karena jawabannya sudah kulihat dengan samar dari balik lipatan kertas.
--------------------------------------------
---------------------
-----------
dinyatakan : L U L U S
aku menangis sejadinya.
ku ucapkan terimakasih ribuan kali kepada guru-guruku lalu keluar dengan perasaan senang.
tapi kelegaan belumlah tertuntaskan.
aku hanya segelintir orang yang di nyatakan lulus.
masih banyak teman-temanku di luar sana yang masih menunggu jawaban.
dan terjadilah.
salah satu teman kami keluar dengan terisak-isak dan ada guru kami yang mendampinginya.
kami riuh dalam tanyaan, ada apa? luluskah?
tidak satu. bahkan lebih dari 2 orang teman kami berwajah kusut, merah manangis.
kami bahkan tidak tahu jawabannya tapi kami merasa cemas sekali.
kami yang belum terpanggil namanya, bermuram durja.
kami yang sudah dinyatakan lulus, tdk pantas untuk bergembira.
selesailah sudah.
amplop coklat sudah ada pada kami semua.
kami sudah tahu semua jawabannya.
salah satu guru kami berkata, " saya ucapakan kepada kalian yang lulus. kalian LULUS 100%!!! "
woooooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!
kami teriak sejadinya.
ternyata teman-teman kami berwajah kusut, yang kami kira tidak lulus, di guraukan oleh guru. mereka lulus. angkatan 14 SMA PLUS MUTHAHHARI LULUS 100%!! tidak terkecuali!
kami gembira bukan kepalang!
kami berpelukan dan menangis!
di bawah pohon rindang kami melingkar. diameternya lebih lebar, selebar kegembiraan kami.
guru bijak kami mengucapkan sepatah dua kata turut bersuka cita.
salah satu teman kami maju ke tengah lingkaran dan berucap, " kita kan udah janji mau sujud syukur bersama. "
berubahlah formasi kami dari lingkaran menjadi syaf-syaf shalat.
di lapangan itu, di bawah pohon rindang yang penuh kenangan itu, kami sujud merendahkan diri atas kuasa-NYA yang MAHA BESAR dan berucap syukur kepada-NYA......
Sabtu, 14 JUNI 2008.
Satu persatu kami berdatangan dan berkumpul di bawah pohon rindang.
satu parsatu wajah kami pucat, satu persatu wajah kami tegang.
di kumpulkan kami dalam lingkaran, mendengarkan suara dari guru bijak yang parau berkumandang.
beliau berkata, "... ada yang bilang kepada saya, 'jalan kemana kita setelah pengumuman ini,pak?' tidak semuanya dari kalian bisa jalan-jalan setelah pengumuman ini. "
hancur.
hati kami remuk.
haruskan kami terima kenyataan bahwa kami semua masuk bersama dan keluar bersama tapi pada kenyataanya tidak?
lebih pucat wajah kami, lebih tegang wajah kami.
siapa gerangan orang yang tidak ikut merasakan kegembiraan itu?
teremas-remas tangan kami,berkeringat dingin, takut kalau-kalau orang yang tertunda keberuntungannya itu adalah 'kami sendiri'.
bagai sangkakala, suara keluar dari speaker sekolah.
mengumumkan satu-satu nama kami untuk maju ke 'podium takdir'.
penentuan terakhir nasib kami selama 3 tahun berjuang.
tersebut orang pertama.
kami menunggu dengan was-was. berita apa yang akan di bawanya kepada kami yang menunggu di luar dengan cemas. ekspresi yang harus bagaimana jikalau teman kami itu tidak lulus.
dia keluar. senyumnya tipis. tapi kami tahu bahwa dia LULUS.
Waaaa! kami bergembira untuknya, berebut menjabat tangganya dengan ucapan selamat.
lalu 2 orang, 3 orang, berlalu...LULUS.
akhirnya tibalah giliranku.
teman-teman memberikan semangat. sebagian dari mereka berkata, lulus. pasti lulus.
dalam hatiku, amin.
aku memasuki ruang penentuan itu.
oh, Tuhan.
banyak guru di sana dan semuanya berwajah lemas.
aku takut.
salah satu dari mereka bertanya bagaimana aku belajar menjelang UAN.
santai, hanya itu jawabku.
lalu mereka menggelengkan kepala.
entah kenapa, aku tidak suka gelengan itu.
salah satu dari mereka memberiku amplop coklat. di dalamnya lah kelulusanku di tentukan. kubuka dengan gugup. aku menangis. tidak berani aku membuka surat itu seluruhnya karena jawabannya sudah kulihat dengan samar dari balik lipatan kertas.
--------------------------------------------
---------------------
-----------
dinyatakan : L U L U S
aku menangis sejadinya.
ku ucapkan terimakasih ribuan kali kepada guru-guruku lalu keluar dengan perasaan senang.
tapi kelegaan belumlah tertuntaskan.
aku hanya segelintir orang yang di nyatakan lulus.
masih banyak teman-temanku di luar sana yang masih menunggu jawaban.
dan terjadilah.
salah satu teman kami keluar dengan terisak-isak dan ada guru kami yang mendampinginya.
kami riuh dalam tanyaan, ada apa? luluskah?
tidak satu. bahkan lebih dari 2 orang teman kami berwajah kusut, merah manangis.
kami bahkan tidak tahu jawabannya tapi kami merasa cemas sekali.
kami yang belum terpanggil namanya, bermuram durja.
kami yang sudah dinyatakan lulus, tdk pantas untuk bergembira.
selesailah sudah.
amplop coklat sudah ada pada kami semua.
kami sudah tahu semua jawabannya.
salah satu guru kami berkata, " saya ucapakan kepada kalian yang lulus. kalian LULUS 100%!!! "
woooooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!
kami teriak sejadinya.
ternyata teman-teman kami berwajah kusut, yang kami kira tidak lulus, di guraukan oleh guru. mereka lulus. angkatan 14 SMA PLUS MUTHAHHARI LULUS 100%!! tidak terkecuali!
kami gembira bukan kepalang!
kami berpelukan dan menangis!
di bawah pohon rindang kami melingkar. diameternya lebih lebar, selebar kegembiraan kami.
guru bijak kami mengucapkan sepatah dua kata turut bersuka cita.
salah satu teman kami maju ke tengah lingkaran dan berucap, " kita kan udah janji mau sujud syukur bersama. "
berubahlah formasi kami dari lingkaran menjadi syaf-syaf shalat.
di lapangan itu, di bawah pohon rindang yang penuh kenangan itu, kami sujud merendahkan diri atas kuasa-NYA yang MAHA BESAR dan berucap syukur kepada-NYA......



E M P A T B E L A S L U L U S U A N 1 0 0 %
Kami menang perang
1 komentar:
gw g ikut!!huhu
Posting Komentar