Kamis, 29 Mei 2008

KALIMAT KEBEBASAN

Setiap orang ku yakin punya jiwa yang bebas
Artis papan atas yang selalu di kawal oleh dinding manusia hitampun ingin bebas. padahal sudah tentu ia punya uang banyak dan bisa pergi kemanapun ia mau. tapi tanggung jawab akan pekerjaan menjadikan kebebasan seperti angan-angan saja.
Anak jalanan yang sudah bebas hidup di jalanan ingin bebas dari kejamnya kehidupan.
Bahkan orang yang punya masalah dalam hidupnya pun ingin bebas dari lilitan utang, dosa, dengan cara bunuh diri.

Ada orang yang bilang bahwa jalan tak tentu arah tak punya tujuan.
tapi bagiku itu justrulah tujuan. berjalan tak tentu arah bukan berarti ia tak mengerti apa yang dilakukan. tak tentu arah ku artikan sebagai luapan emosi yang tak terbendung. itu adalah kebebasan--bagiku. Punya cara tersendiri mengartikan kebebasan dan tujuan.

Tak mengenal utara, selatan, barat, ataupun timur.
berlari hingga kaki melepuh.
melawan arus angin menghantam wajah--berteriak, bernyanyi hingga bosan ingin balik lagi ke kampung halaman.
setidaknya itu yang sedang ku impikan sekarang.
bukan impian utama.
hanya saja jika merasa bahwa dunia ini tidak memenuhi kireteria kehidupan, ingin rasanya aku begitu.
jiwa yang seperti itu mulai tumbuh tunasnya dalam diriku.
aku melakukan pemberontakan kecil.

Aku tahu.
aku laksana tong kosong nyaring bunyinya.
bodoh mungkin, tapi bukan itu.
aku hanya bisa berteriak tak bersuara.
tak mampu meneriakan kata bebas apalagi bertindak.

ingin sekali pergi kemanapun aku mau.
tapi aku masih terlalu kecil untuk menuding alam. aku pasti mati. untuk apa bebas tapi hanya berujungkan kematian?
ketika sampai puncaknya, aku temukan kalimat-kalimat mewakilkan kebebasan tak terwujud.
perlu kuberitahukan kawan. tak pandai aku merangkai kata-kata. tak pandai aku menggunakan kata-kata itu sebagai ekspresi kebebasan tak terwujud. keluhanku sungguh tak berarati....


Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains.
aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul-molekul uranium; meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.
aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin.
Aku ingin hidup yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan.
Aku ingin hidup! ingin merasakan sari pati hidup!
(Edensor-Andrea Hirata)
ingin rasanya seperti itu!
Itulah kalimat kebebasan.

Tidak ada komentar: