Namun berbeda dengan sikap Inul yang terkesan pasrah dan tertekan menanggapinya. Dewi Persik justru menentang dengan tegas pencekalan dirinya. Bahkan dia terkesan menantang walikota Tangerang dengan dalih "pembunuhan" kreativitas seni dan menurut Dewi dirinya tidak sedang melacur.
Saya kira langkah Walikota Tangerang untuk membebaskan masyarakatnya dari pornografi dan pornoaksi patut didukung oleh semua pihak. Pasalnya, diakui atau tidak dampak negatif dari kedua hal tersebut luar biasa. Tidak hanya merusak moral, tetapi juga meningkatkan kasus kriminalitas, khususnya "kejahatan kelamin".
Hanya saja kasus pencekalan Dewi Perssik seolah mengulang "kesalahan" yang sama ketika penerapan Perda Tangerang tentang pelacuran yang salah sasaran. Bukan pelacur sebenarnya yang ditangkap, malah seorang istri guru yang dicurigai sebagai pelacur karena keluar malam. Bukan perdanya yang "gak bener", akan tetapi isi peraturannya yang tidak rasional sehingga implementasinya mengundang kontroversi.
Semestinya Walikota Tangerang bisa lebih bijaksana dengan mengendalikan emosinya di media massa sehingga tidak terkesan "menjatuhkan". Melarang untuk sebuah kebaikan sah saja, tetapi jika bisa dikomunikasikan secara baik-baik kepada pihak yang bersangkutan, kenapa harus berseteru? Walikota sebagai public figure semestinya bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Sebab bila pemimpin sudah mengedepankan emosi daripada kebijaksanaan, maka jangan tanya kenapa sekarang banyak orang senang melakukan aksi amuk massa.
Begitu pun dengan Dewi Persik sebagai selebriti yang salah satu perannya menghibur audien. Ketika saya menyaksikan goyangannya di layar kaca, jujur sebagai perempuan saya merasa risih. Di sini bukan masalah setuju atau tidak setuju. Saya pikir semua orang setuju bahwa seks adalah bagian dari kebutuhan makhluk yang sangat menyenangkan. Tetapi jika hal tersebut terjadi tidak pada tempatnya, maka persepsi orang akan beralih, bukan lagi pada ranah estetika melainkan etika yang kemudian disebut sebagai "porno".
Dewi juga mengklaim bahwa perbuatannya bukanlah sebuah bentuk pelacuran. Walaupun demikian, jika aksi panggungnya terlalu seronok dan disuguhkan secara live kepada audiens, maka dampaknya jauh lebih buruk dari sekedar "pelacuran". Terlebih sebagai selebriti, dia menjadi pusat perhatian khalayak.
Menurut saya, seni dan porno itu merupakan dua hal yang berbeda dan jelas garis batasnya. Secara naluriah, setiap orang sebenarnya bisa merasakan mana yang bisa disebut seni dan mana yang tergolong porno. Oleh sebab itu, introspeksi diri agaknya menjadi jalan yang lebih bijak daripada beradu argumen yang pada akhirnya malah akan memperburuk citranya.
*opinion public
9 komentar:
klo gw cuma punya satu pandangan kpd aksi panggung dewi persik, positif. bagi gw emang semua hal yang dilakukan orang di dunia ini adalah sah2 saja, lumrah,tidak perlu di kritik atau di protes,bagi gw arti seronoh itu justru adalah 1 kunci dmn dewi persik ingin meningkatkan rating sbg selebriti,selain itu apapun yang di tunjukkan di atas panggung itulah yang disebut seni,seni dari seorang public figure,bahkan bagi gw yang dilakukan dewi persik itulah yang ingin ditunjukkan kpd audience bahwa "inilah dewi persik" sebenarnya,bukan dewi persik bohongan. (maaf keluar dari jalur) saya ingin katakan bahwa dalam dunia fotografi tdk ada yang salah,jelek,kotor,menjijikkan,dll. semua itu adalah benar. bahkan dari objek yang di ambil dari kamera itu sendiri, maupun pemandangan,artis,aktifitas,nature,dsb itu harus kita apresiasi, sekalipun objek tersebut bisa dikatakan porno, mungkin banyak orang ingin mengambil foto porno, atau menjadi artis porno, itu bukan satu hal yang salah, tapi jika memang dia yakin apa yang dia ambil itulah yang terbaik, maka kita patut untuk mengapresiasikan, bukan mencekal. tapi ini adalah pendapat saya, saya tidak menuntut orang2 untuk mengikuti pendapat saya, jika ingin di kritik kembali, silahkan.
sebenarnya judul yang saya kasih juga mengajak kepada pembaca untuk berargumentasi terhadap berita yang diberi.
tidak ada ada yang salah dari jawaban.
hanya saja, kebenaran itu hanya ada satu di dunia. sayangnya, kita belum tahu ada dimana kebenaran itu sehingga kita berargumentasi kuat yang menurut kita itulah jawaban yang benar.
terimakasih sudah berkomentar.
komentar anda memberi saya wawasan mengenai sudut pandang terhadap sesuatu yang tabu bagi saya.
ustad-ustad yang mencekal tetep aja konak ngeliat dewipersik
uda deh
nikamtin aja
indonesia emang gini
ga ada yang bener
lu mau pake cadar dibilang ga gaul
lu bugil dibilang mesum...
haha
kalo mau liat dewi persik dari sisi seni??
dewi persik itu cuma kucing bermuka badak,
maksudnya...gua juga bingung
haha...dewi persik itu artless banget
aplagi buat difoto
paling buat keperluan situs bugil
lagian iseng aja sii pake ribut2
mau dewi persik dicekal
masih ada internet ato klub malam kalo mau lebih ekstrim
wah, parah lw to...
Bukan gitu coy...
gw pengen ngebahas kabar yang lagi hot-hotnya... sehot tai kambing..
blh dong ngebahas sedikit..
ini kan bisa jadi bahan perdebatan di semua halayak (naon sih)
dari komentar-komentar yang kalian beri memberi gambaran bagaimana sikap kalian menanggapinya... pedulikah atau hanya angin lalu....
gitu coy...
tapi, tenang.
bukan masalah yang harus di perbesarkan dan di perbincangkan lebih dalam...
Ya lu mau komentar dari Hati ato dari Organ Tubuh???.
Kalo Organ Tubuh ---> allright beibeh!! GIVE ME MORE!!! (naluri binatang manusia tidak akan pernah menolak apapun yang berhubungan dengan makan, minum, dan sex selama rangsangan untuk ketiga hal itu masih terus menghampirinya).
Kalo Hati ---> Inget Hidup mas! semua perbuatan pasti ada karmanya di dunia + balesannya di akhirat. (setelah itu kalau pemilik masih melanggar suara hati, sering kali timbul perasaan tidak enak seperti luka yang enggan untuk sembuh).
Jadi, ya tergantung mau milih mana, naluri hewani atau suara hati....
Kalo ada ustad k***k liat si Dewi, berarti bukan ustad. Soalnya, mata tu ustad pasti melotot bukan merem.
Tapi kalo ditanya gw milih mana, hahaha, kyaknya naluri hewan gw masih terlalu kuat...
oh iya, soal pencekalan...
kayaknya lebih bagus kalo dialog dari pada pencekalan...
Tapi, sebelum dialog kedua pihak (yang di cekal dan pencekal) harus sama2 mau menerima masukan untuk memperlancar dialog dan proses pencarian jalan keluar yang di sepakati oleh kedua belah pihak.
hahaha
si pijar
bisa aja kali jar
kalo ga gimana ustad punya anak
setiap mau buat anak dikit2 merem
kapan beresnya
...
tenang aja da
dewi persik mau bugil juga ga bakal bikin indonesia jadi krisis financial apalagi krisis batin
udah nasib kkita,indonesia bukan negara pioner
...
aduh, kalian ini kocak sekali...
wah, gw g nyangka ternyata pijar benar-benar pria tulen yes! hahaha! kidding jar!
gw memandang lewat apa yaa jar? mungkin karena dewi dan gw sama-sama perempuan kali ya?
sebagai perempuan, risih aja melihat sesama jenisnya bergoyang erotis kayak gitu...
seperti merendahkan martabat perempuan...
gw juga bingung ma maunya si dewi (kok jadi sok akrab gini?) dya dengan pakaian dan goyangan yang bikin para ustad konak, marah kalau di lecehin..
wong edan! dya yang mancing, dya yang marah.. maunya apa toh?
heh...
oh, satu lagi jar...
orang yang oportunis mungkin akan memihak yang menguntungkan mereka--artinya mereka melihat keadaan mana yang menguntungkan mereka. (tidak punya pendirian)
untungnya, dari kalian yang memberi komentar tidak ada yang oportunis ya! senangnya... kalian memang smuther asli! hehehe...
hm, soal pioner, to... maksud lw indonesia itu bukan pioner dalam hal apa?
klo dalam hal pornografi belom ada yang sukses ya? soalnya dikit-dikit dicekal... hoooooo....
tapi klo saol korupsi, indonesia pioner banget! dari jaman gw idup, tahun 45 tea! korupsi sudah merambat ke kelurahan! hahaha!
ngomong-ngomong, pioner tuh sama kan kayak pionir? jangan-jangan gw salah tafsir...
hahaha, emang anak tu ustad yang ngebrojolinnya si dewi persik?
bre***es lu mut...
hha!! kidding...
kalo orang2 opportunis, pasti bakal memanfaatkan momen goyang maut buat 'cari2 kesempatan' ngintip. hahaha!
tapi, kalo menurut pendapat gw juga nih, si dewi p. ga bakal berhanti kalo salah satu dari hal ini belum terjadi:
hal pertama ---> dia kembali ke Pangkuan-NYA (maaf bukan saya mendoakan)
hal kedua ---> terkena penyakit kulit atau apapun yang merubah bentuk fisiknya yang membuat para penggemarnya menjadi eneg
hal terakhir ---> rakyat Indonesia secara mendadak dan mengejutkan mendapatkan melakukan tobat masal dan menjadi orang beriman yang sejati
Posting Komentar