hari ini saya kedatangan sanak saudara yang jauh dari sana..
sengaja berkunjung ke rumah karena ibunda saya mengadakan syukuran haji untuk pertama kalinya...
mereka lah sanak saudara yang saya jumpai 1 tahun sekali--saat lebaran
dan sekarang mereka bersedia datang untuk syukuran haji ibunda saya..
karena sudah lama tidak bertemu, kami berbincang sebentar.. sekedar melepas rindu..
sekali mendayung 2-3 pulau terlewati.. saya berbincang ke pada mereka sambil mengerjakan tugas kampus yang tak kenal waktu..
melihat saya sedang mengerjakan tugas kampus dengan serius, salah sanak saudara tergoda untuk memperbicarakan saya..
" muti serius sekali belajarnya... rajin ya.. "
" calon dokter.."
" hooo dokter.. "
saya yang mendengarnya tersenyum saja. masalahnya hal ini tidak hanya sekali terjadi. banyak sanak saudara yang mengira saya kuliah mengambil jurusan kedokteran..
dapat kabar dari mana kalau saya calon dokter?
lalu salah satu dari mereka bertanya pada saya..
" muti ambil jurusan kedokteran kan? "
saya : " oh, bukan.. jurusan psikologi.. "
mendengar jawaban itu, sanak saudara saya mengomentari dengan nada lemas... " ooohhh... "
entah karena kecewa saya bukan calon dokter atau memang karena mereka malu gara-gara salah duga..
saya : " psikolog juga kan calon dokter.. tapi dokter jiwa.. sekarang yang lagi dibutuhkan dunia tuh ahli kejiwaan lho.. soalnya makin lama jaman makin gila aja.. " jawab saya dengan sedikit gurauan agar rasa kesal tidak telalu tampak.
kejadian ini mengingatkan saya kepada memory waktu lebaran kemarin..
biasa, saya sekeluarga bersilaturahmi ke keluarga besar yang ada di desa.. karna kita hanya bertemu 1 tahun sekali, pastilah ada perubahan yang terjadi dalam fisik setiap individu.
saat bertemu dengan mereka, saya sudah di anggap dewasa.
pertanyaan mereka bukan lagi 'bagaimana SMAnya?' tetapi sudah masuk ke dunia perkuliahan..
salah satu sanak saudara, seperti biasa, mengira saya masuk jurusan kedokteran. saya tahu mereka bangga kepada saya karena mereka mengucapkan jurusan kedokteran itu dengan senyum kebanggaan. lalu saya klarifikasi, ' saya jurusan psikologi'..
dari pengungkapan itu, saya dan sanak saudara terlibat dalam perbincangan yang cukup membuat saya merasa kesal.
saya ingat dia mengucapkan ini :
" lho? kenapa g kedokteran aja? .. kalau orang miskin mau berobat ke psikolog kan g punya uang, mahal sih.. klo kedokteran itu pinter, trus bisa kaya lagi.. bla.. bla.. "
saya sangat kesal sekali!
balasan yang bisa saya keluarkan hanyalah " lho? psikolog juga kan dokter, tapi dokter jiwa! " lagian setiap profesi mempunyai keahliannya dibidang masing-masing kok!
pikiran awam sekarang hanya manggap bahwa profesi sebagai dokter saja yang hebat karna hanya profesi dia yang bisa menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan nyawa.
padahal, kalau dokternya gila juga larinya ke psikolog atau ke psikiater...
kalau dokternya melakukan kejahatan, nasibnya justru berada di tangan hakim...
saya bukan bermaksud untuk membandingkan, hanya saja, seharusnya semua profesi apapun yang dijalani atau akan dijalani itu harus di apresiasi apalagi profesi itu mempunyai manfaat bagi orang lain..
psikolog, dokter, hakim, polisi, presiden, guru, seniman, dll... yang pasti profesi mereka tidak hanya sembarang melakukan pekerjaan demi memperoleh uang semata.. semua profesi memiliki perannya tersendiri di lingkungan masyarakat.. tidak ada yang lebih hebat ataupun lebih rendah! dan tidak seharusnya masa depan seseorang di tentukan hanya dengan sebuah jurusan yang di ambilnya... tidak ada yang berhak!
6 komentar:
nenekk sayaang.
i know exactly how it feels..!
sani juga sering di gituin walaupun g sama bgt tp sejeniss lah. heu.
"no body can tell you who you are.
no body can tell you what to do.
you are what you are
you are what you do"
dari pidato kepala sekolah gw pas wisudaan hhaha =)
mwahh nek!
waahhh..
terimakasih cuuuuuu!
gimana nih uannya??
sudah wisuda yes???
hhohoohohoh
hiii seremm
psikolog
gua pernah dibilang bego ama psikolog
jadi trauma
wakakkaka
ehh lupa
mau ngomong mut
gua juga sekolah di bidang yang minoritas buat orang2 generasi tua
yaaa...gimana ya
bodo amat lah
yang penting mah seneng
setan aja ga peduli ko
jadii ya jalanin aja
semuanya penting
jangan suka memilah2 sesuatu
terkadang terlihat sangat menjijikan
haha
yang penting seneng
yaa selama masi bertanggung jawab
kadang2 emang banyak orang yang ngomong g tanggung jawab
wajar lah
hehuehuee
bidang gua masih lebih minor daripada bidang lu mut
huehuehue
sip2...teruslah cintai yang apa lu punya sekarang
ya ampyunnn...
gw nangis baca dukungan dari lw to!
thx pisan cu!
kita sama semangat okeh!
eh, tambahan to..
klo ada yang bilang lw bego, berarti dya yang bego!
bukan psikolog sejati itu namanya!
syapa sih tuh!
mencoreng nama psikolog aje!
emosii niihh gwwww..!
Posting Komentar