Sabtu, 24 Januari 2009

darker than black

aku membuka kedua mata.
berusaha melihat tapi dibutakan oleh cahaya putih.
aku tidak ingat bagaimana dan mengapa aku bisa berada disini.
dan aku bisa merasakan sakit tapi tak bisa mengenyahkannya...
semua orang berteriak.
aku mencoba untuk mengeluarkan suara tapi tidak seoranpun yang mendengarkan.
aku tertidur di tepian, bergantung pada sebuah benang.
aku ingin mengakhiri dan memulai nya kembali.
jadi aku mencoba bertahan sampai waktu mencekikku.
aku tidak bisa menjelaskan apa yang telah terjadi dan aku tidak bisa menghapus apa yang sudah kulakukan..
bagaiamana ini bisa terjadi padaku?
aku telah berbuat salah.
tidak ada tempat untuk berlari.
malam berlalu dan mengaburkan segalanya.
hidup ini menyiksaku dan aku hanya ingin berteriak!
BAGAIMANA INI BISA TERJADI PADAKU?!


dan akhirnya aku tidak bisa mengatakannya pada siapapun.
aku merasakannya setiap hari dan tidak ada yang membantuku.
aku hanya menyaksikan diriku sendiri melakukan kesalahan yang sama.
apa yang terjadi sekarang? terlalu banyak masalah.
tidak tahu di mana aku berada.
lagi-lagi aku membuka mata dan mencoba melihat sekitar--menemukan alasan mengapa.
aku telah dienyahkan dan tidak bisa menemukan apa yang tertinggal dibelakang.
aku harus kuat maka aku berlari tapi masih tidak tahu aku berada dimana.
perasaanku tersembunyi, mimpiku tak ditemukan, aku kehilangan akal sehat dan keyakinan, aku terjatuh dari keanggunan, aku tidak bisa menemukan tempatku.
aku ingin pulang, pulang ke suatu tempat, ke tempat aku merasa nyaman.
aku ini pulang tapi tidak ada siapa-siapa dirumah.
hanya itu satu-satunya tempatku.
tidak ada tempat untuk mengeringkan air mataku.
aku tersesat dan hancur.


pernahkah kau merasa kekosongan yang mendalam?
kau tidak bisa menunjukanya ke orang-orang.
jadi kau harus terlihat kuat, tidak bisa menunjukan bahwa kau lemah.
pernahkah kau berkata pada seseorang tentang hal yang menjauhi kebenaran?
biarkan mereka tahu bahwa kau baik-baik saja--hanya untuk membuat mereka berhenti tentang semua yang mereka khawatirkan dan pertanyaan-pertanyaan mereka.
pernahkah kau melihat wajahmu dicermin?
ada senyuman disana tapi kau menahan sakit.
kau jauh dari perasaan baik dan kau perlu bersembunyi karena mereka tidak mengerti.
pernahkan terpikir menjadi orang lain?
membiarkan samaranmu dan semua yang kau khawatirkan.
lalu kau hanya perlu memastikan bahwa semuanya sudah selesai.
apa kau menunggu hari dimana rasa sakitmu hilang? ketika kau tau bahwa itu tidak benar--semua tentang perkataan mereka.
tidak memperdulikan hal sekecil apapun, mengelillingimu, mengabaikan semua suara dari dindingku.


aku mencoba untuk menjadi sempurna.
tapi segalanya menjadi tak berharga.
aku tidak percaya bahwa itu membuatnya menjadi nyata.
aku kira ini mudah tapi tidak ada satupun yang percaya.
tempat-tempat ini begitu kosong dan aku tidak tahu kenapa aku begitu sedih.
terkadang ini memang gila tapi tidak ada yang bisa menarikku keluar.
tapi hanya ini yang aku punya.
jika kau percaya padaku, semua huruf yang aku katakan, hanya ingin melihat bagaimana kau menunjukannya.
kemudian aku mencoba untuk membiarkan kau tau bahwa aku lebih baik berada dipikiranku sendiri.

4 komentar:

andhikafebrianto mengatakan...

haha gelap nya kehidupan ya mut, berarti anda belum bayar listrik. hehe.

m u t i a mengatakan...

sialan lw dik..
hahahah..

Unknown mengatakan...

kerasa nek emosinyaa...
gk tw kenapa jadi ingett filmnya gie..yg puisinya itu lh..hha

m u t i a mengatakan...

waduh..
gw sama sekali belum pernah nonton gie.. si nikolas saputra kan yang main? cuma tau klo gienya mati aja di usia muda.. gitu doang hahaha..

hm, thx ra.. lw punya daya apresiasi yang lebih bae ketimbang delur lw.. wkwkw