Bulan ini blog saya terisi dengan amukan hati bertemakan PASSION. Rasanya baru kemarin menuliskan hasrat sebagai bentuk keputusasaan (mungkin?). Sekarangpun saya akan menuliskan tentang hal yang serupa. Bedanya, pada kali ini saya tuliskan kembali tulisan orang lain sesuai dengan topik kali ini. Rasanya seperti disadarkan dan bangkit kembali, mengetahui bahwa ternyata diluar sana ada yang berpikir seperti saya, bahwa tulisan itulah yang ingin saya tampilkan disini. Tulisan ini saya dapat dari koran Republika dengan judul " Kulik Profesi Unik" oleh Setyanavidita Livikacansera. (ed: Wulan Tunjung Paplupi). Tulisan ini diperuntukkan bagi siapa saja yang sedang dan akan mencari jati diri melalui hasrat untuk berkarya dari segala bidang.
Bekerja mengikuti passion butuh nyali besar, tapi ada kepuasan besar menanti.
Sastrawan ternama, Kahlil Gibran, pernah berucap, "Bekarja dengan rasa cinta berarti menyatukan diri dengan diri sendiri, dengan diri orang lain, dan dengan Tuhan." Ia menyebut, bekerja dengan cinta bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantung, yang kelak akan dipakai oleh kekasih. Orang bijak juga prnah bilang kalau kita mengerjakan sesuatu yang kita sukai sama saja kita tak pernah bekerja seumur hidup.
Meski bekerja sesuai passion terdengar sangat menggoda, sayang tidak semua orang bisa berhasil mendaratkan hidupnya pada pekerjaan yang sudah dimpi-impikan. Kadang, kebutuhan untuk bekerja membuat bekerja sesuai impian berakhir di angan-angan. Padahal, kalau kita memberikan impian kita kesempatan untuk terwujud, bukan tidak mungkin impian tidak cuma jadi impian. Seperti halnya beberapa orang yang menekuni profesi berdasarkan hasratnya masing-masing.
Orang mungkin bilang bahwa kita beruntung jika dapat mengerjakan sesuatu yang kita inginkan. Padahal ini bukan masalah untung-untungan lho. Konsultasi Pengembangan Pribadi, Leila Mona Ganiem mengungkapkan, bekerja sesuai passion bisa membuat kita dilingkupi energi luar biasa untuk terus bekerja dan mengecap kesuksesan. " Meski tidak mudah untuk berani memilik pekerjaan yang beda dari orang kebanyakan," ujar Mona. Tetapi, itulah harga yang arus dibayar demi mendapatkan kepuasan hidup dari pekerjaan apa pun yang dipilih untuk kita kerjakan.
Menurut Mona, ada banyak hal yang bisa jadi indikator untuk menentukan apakah pekerjaan yang kita pilih saat ini sudah sesuai dengan gairah hidup kita atau belum. Kalau selama bekerja kita merasa bahagia dan selalu memiliki motivasi untuk berhasil, kata dia, berarti kita sudah ada di jalur " bekerja sesuai impian".
Tidak hanya itu, bekerja karena passion juga membuat kita mampu fokus pada pekerjaan. Meski bosan adalah hal yang wajar, tetapi energi positif yang kita punya bisa mengikis hal itu. " Kalau kita suka dengan pekerjaan kita, kita tidak pernah hitung-hitungan atau bekerja sesuai argo karena kita ikhlas menggunakan waktu yang dipunya untuk bekerja. " jelas Mona. Idealnya, memang passion sudah bisa teridentifikasi sejak masa sekolah. Jadi, ktia bisa memilih pendidikan yang bisa semakin berkontribusi untuk mewujudkan impian kita tersebut.
Namun, kalau ternyata kita belum tahu apa passion kita, lanjutnya, tidak ada salahnya untuk membuka mata dan hati sambil mencari-cari hal atau bidan apa yang sekiranya membuat kita sangat senang dan bahagia. "Passion itu bisa dicari sebelum kita masuk ke dunia kerja. Meski kadang kita mesti melalui jalar memutar untuk menemukannya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar