Baru kusadari bahwa perasaan tanpa kata-kata berarti tersesat.
Jantungku berdebar-debar bukan karena cinta tapi terlalu hampa sementara mataku nanar di balik kaca mata yang lebar.
Di sekelilingku bingar dan aku terdampar di atas kursi putar.
Inginnya menari-nari tak kenal etika tapi superego mengganjal.
Gaduhku tertahan di sanubari. Cuma bisa berputar 45 derajat di atas kursi putar.... apa hebatnya?
Ternyata duniaku hanya seluas pantat.
Kenapa si binatang jalang pergi dari dunia terlalu cepat?
Seenaknya berlarian sendiri di pantai, berteriak, dan pecahkan piring agar gaduh.
Kenapa tidak di ajak serta aku ini?
Biar ramai.
Sudahlah, ku hanyutkan saja diriku ke dalam diriku.
Yang tak mengerti, aku tak perduli.
Jadi lebih baik yang di sana bertahan saja sedikit lagi.
Sabar.
Karena aku akan kembali.
1 komentar:
Ketika aku kembali yakinkanlah dirimu masih disini. Ku mengenalkan diriku pada diriku yg dekat yg jauh yg penuh. Kuakrabkan diriku dengan diriku kudamaikan diri tuk kembali
Posting Komentar