Ketika saya pertama kali belajar falsafah, saya menyadari bahwa falsafah adalah ilmu yang sangat sukar untuk dipahami tapi di luar dugaan memiliki kontribusi yang luas dari segala bidang. Walaupun banyak fakta yang mengatakan bahwa falsafah merupakan akar dari ilmu pengetahuan, saya belum menemukan hubungan antara falsafah dengan ilmu-ilmu itu. Saat suatu pertanyaan dipertanyakan tentang apa itu falfasah, saya hanya tahu bahwa falsafah berarati “ pecinta kebijaksanaan”.
Tapi ternyata dibalik itu, falsafah bermakna berfikir secara mendalam, radikal, sampai akar masalah. Ternyata yang saya butuhkan untuk memahami apa itu falsafah (kalau itu benar) hanyalah berusaha untuk berfikir bebas dan kritis dalam mempelajari fenomena kehidupan yang tak lepas dari segala ilmu pengetahuan (itulah mengapa saya menganggap bahwa falsafah sulit karena pikiran saya tidak bebas dan kritis). Inilah yang melahirkan pemikiran-pemikiran bebas sehingga tercipta berjuta-juta pertanyaan tentang kehidupan serta solusi untuk memecahkannya.
Menurut buku The Fundamental Questions of Philosphy, Jika kita mencari suatu kesejahteraan material melalui falsafah, secara langsung tidak dapat diharapkan. Misal, tumpukan kertas yang kita sebut uang tidak berarti apa-apa kecuali tumpukan kertas itu memberikan kontribusinya pada kesejahteraan atau kebagaiaan bagi kita. Falsafah juga mempengaruhi seluruh pandangan umum tentang dunia. Seperti suatu pemahaman bahwa tidak ada seorangpun yang boleh diperlakukan seperti alat atau pemerintah seharusnya bergantung pada hasil persetujuan dari rakyatnya. Semua ilmu yang ada bermula berdasarkan pemikiran falsafah. Tak ada satu laboraturium ilmiah yang dapat menjelaskan apakah manusia memiliki jiwa? atau apakah Tuhan itu ada? Atau dalam pengertian apa kita merdeka? Atau yang lebih konyol lagi pertanyaan, kenapa kucing disebut “kucing” bukan “jerapah”? Kita mulai berfilsafah saat pertanyaan-pertanyaan itu muncul dan dari pertanyaan-pertanyaan itulah kita mulai untuk memahami dunia beserta isinya dengan cara menemukan jawaban-jawabannya secara bertahap. Dari pertanyaan yang terdengar sederhana dan konyol itu, kita sangat bisa berdekatan dengan asal-usul kata. Lalu dari asal-usul kata, kita bisa mengetahui bagaimana pengetahuan itu diperoleh, dibentuk dan digunakan oleh manusia. Ilmu pengetahuan yang ada sekarang merupakan buah dari akar filsafah melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana atau bahkan terdengar sangat konyol—tapi memiliki peranan yang penting dalam memahami dunia.
Dari penjelasan buku di atas, saya mencoba memahami sendiri falsafah melalui pandangan saya beserta sumber-sumber yang saya dapat. Dalam falsafah menurut saya, yang diajarkan pertama kali adalah bertanya mengenai apapun itu. Saya rasa itu adalah cara sederhana saya untuk memahami falsafah.
Karena saya menganggap bahwa awal mula berlajar falsafah adalah bertanya, saya akan mencoba bertanya apa itu “ Blog ”? (pertanyaan itu saya ambil dari salah satu komentar teman saya beserta jawabannya)
- Blog = diari elektronik
- Blog = Suatu tempat dimana kita bisa berekspresi dalam menulis secara bebas di dunia digital.
- Blog = cara baru untuk bertegur sapa.
Atau mungkin ada jawaban lain dari jawaban-jawaban yang sudah ada. Bertambahnya jawaban, walaupun hanya satu, membuktikan bahwa pikiran kita yang bingung terhadap pertanyaan mulai berkembang dan berusaha untuk menemukan solusinya. Untuk itu dibutuhkan kemauan dan kesanggupan kita untuk mengatasi masalah tersebut.
Kalau saya coba gabungkan apa itu blog melalui jawaban-jawaban di atas, berarti blog adalah “ Suatu diari elektronik yang membebaskan kita untuk berekspresi dalam menulis serta membebaskan kita untuk bersapa dengan siapapun melalui diari elektronik. “
Dari sini, saya menemukan jawaban baru yang merangkum semua jawaban. Lalu akhirnya saya menemukan suatu kesimpulan dari berfilsafat. Dalam konteks ini, sebenarnya manfaat filsafat adalah membantu kita untuk menata persoalan. Filsafat juga membantu kita untuk memahami kehidupan. Sehingga filsafah mempunyai tugas untuk membantu kita dalam menata persoalan, mengatakan yang tidak terkatakan, serta mengajak seseorang untuk berfikir kritis dan bebas serta bertugas untuk mencegah memicunya perdebetan yang berujung pada pertengkaran karena dalam berfilsafat tidak ada jawaban yang salah ataupun yang benar sehingga kita belajar untuk menghargai pendapat orang lain.
Sumber: - A.C. Ewing, The Fundamental Questions of Philosophy, 1962
- Filsafat Fragmentaris tulisan F. Budi Hardiman
- Belajar filsafat, blogspot, tulisan aim.
9 komentar:
Apa bedanya filsapat dengan falsafah? Apa akhir dari pertanyaan-pertanyaan filsafat?
Saya baru ngeh lo disebut om(baru keliatan komentar yang itu. Padahal kan umur kita cuma beda dikit. Beda 8 tahun gitu. Cara mencantumkan link orang lain: kan nanti udah msk ke blog pribadi lalu cari tata letak(layout) sebelahan ama posting->terus tekan tambah gadget->terus cari tool yang memuat masalah link(look carefuly its look like same tool)
Salam kenal buat Mutia!
Senang bisa bantu Mutia. Semoga yang saya tulis di posting berikutnya bisa bermanfaat kembali. Oya, kalau tertarik belajar hubungan dengan filsafat dan psikologi, baca aja sejarah psikologi. Sekarang dah banyak bukunya ko. ;-)
buat mencoba hidup:
filsapat --> bahasa sunda
falsafah --> bahasa arab
philosof --> bahasa inggris
filsafat --> bahasa indonesia
enggak ada yang salah kok dan enggak ada yang harus di beda-bedain bcoz semuanya cuma permainan kata...
enggak ada akhir dari pertanyaan-pertanyaan filsafat soalnya pelajaran dari filsafat sendiri adalah bertanya...
buat ka aim -->
terimaksih ya ka...
pasti ada donk, semua asal mula kembali padaNya. Sudah baca psikologi komunikasi karangan Jalaludin Rahmat
bagus tuh
woy.. kepala sekolah gw tuh!
gw kan SMA nya di muthahhari... di sekolah nya dia...
oh gitu dimana tuh sma muthahhari?Gak salah orang?Dari buku beliau jadi terinspirasi untuk pindah jurusan nih, ke psikologi tadinya komunikasi
enggak dong!
enak aja!
itu sekolah SMA paling keren yang g bakal gw nyesel udah sekolah disana! hehehe...
lho??
awalnya komunikasi gitu??
tapi itukan psikologi komunikasi??
psikologi bisa, komunikasi bisa dong...
udah, pindah aja k psikologi..
nanti kita bisa saling sharing dech soal psikologi,,,
salam mutiia...
i love philosof...
sometimes its makes me sound "too old" and sometimes makes me looks complicated.
Anyway, 10q 4 visited mine...
(lots of ur written, hard 4 me 2 understand.. but i tried..)
Posting Komentar